9 Rekomendasi Pesantren di Ponorogo

Pesantren di Ponorogo

Pesantren di Ponorogo cukup banyak. Bahkan masyarakat yang datang dari luar kota untuk nyanti di Ponorogo tergolong ribuan. Salah satu alasannya adalah adanya pesantren Gontor. Yaitu salah satu pesantren terbesar di Indonesia.

Dari pesantren Gontor inilah lahir pesantren-pesantren lain, juga santri yang tadinya ingin ke Gontor kemudian penuh, menyebar ke pesantren lain. Sehingga semua pesantren tumbuh. Oleh sebab itu pesantren di Ponorogo sangat banyak. Namun demikian kami memilih Sembilan di antaranya yang memang sering didengar.

Tentu saja masih banyak pesantren lain yang cukup bagus. Tapi kami memilihkan Sembilan rekomendasi pesantren di Ponorogo.

Pesantren Gontor

Siapa yang tidak kenal pesantren yang satu ini. Gontor bukanlah pesantren tertua di Indonesia, tapi Gontor tergolong salah satu pesantren terbesar. Gontor memiliki ruh yang kuat yang terangkum dalam panca Jiwa dan Panca Jangka. Sehingga pergerakannya tepat di setiap zaman, dan kuat menghadapi tantantangan.

Gontor merupakan pesantren dengan sistem modern. Modern di sini bukan berarti fasilitas. Tapi lebih kepada kesiapan kurikulum tersebut dalam menghadapi setiap tantangan zaman. Keunggulannya tertelak pada kedisiplinan tinggi. Sehingga menjadi hal biasa jika ada santri yang belum betah di pesantren dan pulang.

Pesantren Al Khair

Pesantren kedua adalah Al Khair Ponorogo. Pesantren Rekomendasi di Ponorogo ini didirikan oleh alumni Gontor, KH. Bambang Sudarsono. Ia merupakan staf kedutaan besar di Pakistan selama puluhan tahun. Selepas mengabdi pada negara, sang Kyai mendirikan pesantren di Kecamatan Jenangan Ponorogo.

Pesantren ini pada akhirnya mewariskan semangat sang pendiri yang sudah melanglang buana ke banyak negara. Yang dipikirkan adalah, bagaimana kemudian santrinya bisa demikian. Maka pembekalan wawasan global, kemampuan komunikasi, dan bahasa Inggris Arab yang mumpuni menjadi satu perhatian utama di pesantren ini. Juga tahfidz Quran yang menjadi kurikulum wajib.

Oleh sebab itu alumni pesantren ini sudah menyebar ke banyak negara dunia. Seperti Italia, Cina, dan Pakistan. Padahal pesantren ini belum lama berdiri, 2001, dan santrinya masih belum begitu banyak. Namun santrinya juga banyak yang berasal dari luar kota Ponorogo.

Pesantren Al Mawaddah

Kami sengaja memasukkan pesantren Al Mawaddah ke dalam rekomendasi pesantren di Ponorogo nomor 3. Karena pesantren ini salah satu yang menyediakan khusus untuk perempuan. Santriwati.

Pesantren ini dipimpin oleh pimpinan Gontor, juga dulunya didirikan oleh salah satu pendiri Gontor. Konon, waktu itu karena Gontor hanya khusus mendirikan Putra, maka harus ada pesantren khusus putri, berdirilah Al Mawaddah.

Maka secara pelajaran bisa dikatakan banyak kemiripan. Meskipun kurikulumnya berbeda. Tapi penekanannya terletak pada pendidikan keputrian yang jauh lebih kental. Oleh sebab itu Pesantren Al Mawaddah dikenal memiliki santri yang masih saudara dengan santri Gontor.

Contoh, kakaknya di Gontor, adiknya di Al Mawaddah. Apalagi secara tempat tidak terlalu jauh.

Pesantren Al Iman

Pesantren ini unik. Memiliki santri putra dan putri yang terpisah jauh. Tapi masih satu kota. Namun antara pesantren putra dan putri perkembangannya tidak sama. Jauh lebih pesat pesantren putri.

Mungkin alasannya adalah geografis, bisa jadi. Al Iman putra letaknya lebih dekat dengan wonogiri, Al Iman putri lebih dekat dengan terminal Ponorogo. Sampai sekarang Al Iman putri jauh lebih berkembang.

Pesantren ini bisa dikatakan tidak jauh berbeda dengan pesantren modern di Ponorogo. Hanya saja pesantren ini memang populer di Ponorogo. Sehingga santrinya banyak berasal dari ponorogo dan sekitarnya. Bahkan kini dari luar kota pun banyak.  

Pesantren Walisongo

Pesantren Walisongo letaknya sangat dekat dengan pesantren Gontor. Sehingga hubungan kedua pesantren ini sangat dekat. Oleh sebab itu salah satu sumber santri pesantren Walisongo Ngabar adalah santri yang tidak bisa ditampung di Gontor.

Pesantren ini pun berkembang. Dulu lebih banyak menampung santri dari Ponorogo dan bisa pulang ke rumah kalau sudah selesai masuk sekolah. Seperti pesantren kalong kalau di pesantren-pesantren salaf.

Pesantren Walisongo memiliki santri putra dan putri yang letaknya berdekatan. Terpisah dengan jalan raya desa. Oleh sebab itu bisa dikatakan salah satu pesantren putra putri besar di Ponorogo adalah Walisongo. Gontor hanya putra, pesantren lainnya terpisah jauh.

Pesantren Darul Huda

Pesantren yang satu ini sangat berbeda dengan pesantren yang disebutkan sebelumnya. Kurikulum pesantren ini lebih kepada pendalaman kitab kuning dan diformulasikan dengan pendidikan modern.

Bisa dikatakan pesantren ini seperti layaknya pesantren-pesantren klasik zaman dulu. Maka perbedaan segmen ini membuat pesantren Darul Huda memiliki santri cukup banyak. Bisa jadi karena kebanyakan di Ponorogo Modern, tapi Darul Huda justru hadir dengan kurikulum berbeda.

Oleh sebab itu salah satu rekomendasi pesantren di Ponorogo yang ingin kajian kitab kuning dan sejenisnya bisa berkunjung ke Darul Huda Mayak.

Pesantren Ar Risalah

Pesantren Ar Risalah merupakan pesantren yang juga satu model dengan Gontor. Pesantren ini memiliki ciri dengan pakaian yang rapi, berjas, dan berdasi. Berdiri pada tahun 1982, pesantren yang didirikan oleh KH. Muhammad Ma’sum Yusuf tersebut diresmikan oleh pendiri Gontor KH. Imam Zarkasyi.

Uniknya, pesantren Ar Risalah memiliki banyak jenjang pendidikan. Dari TK, hingga madrasah Aliyah. Bisa dikatakan pesantren dengan model demikian ingin menyediakan pendidikan lengkap kepada santrinya.

Dalam sudut pandang kami, Ar Risalah adalah pesantren yang bisa dijadikan tujuan pendidikan, terutama bagi warga-warga terdekat di sekitarnya, juga dari luar kota.

Pesantren Muqaddasah

Jika ingin mencari pesantren tahfidz Quran wilayah Ponorogo, bahkan Jawa Timur, Pesantren Muqaddasah adalah jawabannya. Pesantren rekomendasi di Ponorogo yang satu ini memang hanya fokus pada tahfidz Quran.

Masalah jenjang pendidikan bisa variatif. Dari SD sampai SMA, namun setahu kami jenjang pendidikan tersebut tidak semua berada di pesantren. Hanya dikondisikan dengan waktu tahfidz Quran di pesantren.

Kualitas hafalan yang dimiliki tergolong cukup bagus. Bahkan jika sudah mencapai tingkat khataman Al Quran, maka bisa dipastikan hafalannya baik, mentalnya kuat.

Pesantren Darul Istiqomah

Rekomendasi pesantren di Ponorogo yang terakhir adalah Darul Istiqamah. Pesantren ini sangat mirip dengan Pesantren Walisongo secara keadaan. Ada pesantren Putra dan Putri yang tidak terlalu jauh letaknya.

Namun memang masih dalam tahap berkembang. Santrinya rata-rata berasal dari wilayah sekitar. Ada jenjang SMK, SMP, SMA dan lain sebagainya.

Inilah beberapa rekomendasi pesantren di Ponorogo, semoga bisa menjadi rujukan pilihan bagi Anda yang menginginkan pesantren terbaik di Ponorogo.

Pesantren Al Khair Ponorogo | 4 Standard Kelulusan

Pesantren Al Khair Ponorogo

Pesantren Al Khair Ponorogo merupakan pesantren modern yang berdiri sejak 2001. Sejak tahun tersebut, alumni pesantren Al Khair sudah menyebar hingga ke banyak penjuru dunia. Dari Cina hingga ke Italia. Hal ini tentu membahagiakan semua pihak, terutama para wali santri.

Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini akan dijelaskan 4 standard kelulusan dari pesantren Al Khair Ponorogo. Standard kelulusan yang dimaksud adalah, minimum kemampuan yang dimiliki oleh santri ketika sudah selesai belajar di pesantren Al Khair Ponorogo.

Standard Keilmuan Santri Al Khair Ponorogo

Tentu yang utama adalah standard keilmuan santri Al Khair Ponorogo. Atau bisa dikatakan setelah lulus dari pesantren Al Khair, paling tidak apa yang dikuasai oleh santri tersebut. Terlebih sudah merasakan pendidikan selama enam tahun, yaitu Tsanawiyah dan Aliyah.

Bukan waktu yang sebentar bagi santri yang menimba ilmu jauh di kota orang. Di sini akan dijelaskan keilmuan formal dan Islam.

Keilmuan Formal

Untuk keilmuan formal, karena pesantren berbasis kurikulum kemenag, maka kemampuan pada pelajaran-pelajaran umum bisa dikatakan mumpuni. Fisika, Kimia, Matematika, hingga Biologi bukanlah pelajaran yang asing untuk mereka.

Intensitas pembelajaran untuk materi tersebut di Al Khair tergolong cukup. Di sinilah yang biasanya membedakan dengan pesantren lain yang biasanya justru santrinya terlalu jeblok dalam beberapa materi tersebut karena terlalu berat menerima keilmuan Islam.

Tapi kalau pertanyaannya apakah sampai pada taraf mahir, hingga juara olimpiade dan lain sebagainya. Jawaban kami tidak. Tujuan utama pendidikan di pesantren Al Khair Ponorogo lebih kepada memberikan bekal formil yang cukup.

Keilmuan Keislaman

Pesantren tentu kental dengan keilmuan Islam. Begitu juga bagi santri pesantren Al Khair Ponorogo. Keilmuan Islam menjadi hal wajib yang harus dimiliki santri. Kami mengulasnya dengan membagi ke beberapa bagian.

Ilmu alat, atau biasa dimengerti dengan ilmu untuk membaca kitab klasik. Dalam hal ini nahwu dan shorf menjadi menu wajib yang harus dimiliki. Nahwu yang dipakai bukanlah alfiah, tapi nahwu wadih, yaitu nahwu ringkas agar santri bisa cepat memahami kaidah membaca bahasa arab. Artinya setiap santri mampu melakukannya.

Kalau pertanyaannya apakah sampai benar-benar mahir sekali, jawabannya tidak. Hanya sampai bisa saja. Karena pesantren Al Khair bukan pesantren salaf yang dibekali keilmuan Islam sangat mendalam. Pesantren khair mendidik santri memiliki keilmuan cukup, namun memiliki cara berdakwah, atau menyampaikannya dengan penuh variasi.

Untuk Aqidah, pesantren ini berbasis Aqidah ahlussunnah wal jama’ah. Maka penanaman terhadap keyakinan keislaman menjadi hal yang kuat. Sedangkan dalam aspek hadist, pesantren ini tidak mewajibkan untuk hafal sekian ribu hadist, hanya yang wajib dan mendasar saja.

Sedangkan secara keilmuan yang dipelajari adalah mustalahul hadist. Dalam aspek fiqh, juga diajarkan banyak hal mendasar sebagai bekal menjadi pribadi, dan juga dai.

Kemampuan Al Quran Santri Pesantren Al Khair

Pesantren Al Khair Ponorogo memiliki salah satu kelebihan dalam aspek Al Quran. Kemampuan membaca Al Quran menjadi mutlak dan sampai pada taraf mahir. Tandanya, mengetahui seluruh hukum bacaan, bahkan hingga gharib dan mengetahui cara membacanya.

Sehingga kalau menjadi imam masjid atau apa pun, mereka tidak diragukan secara kemampuan. Apalagi mereka sudah diwisuda oleh lembaga Al Quran yang bernama UMMI berbasis di Surabaya.

Santri juga memiliki kemampuan hafalan Al Quran yang memadai. Sehingga tidak seperti pondok pesantren modern pada umumnya yang seringkali hanya juz 30 dan beberapa ayat penting. Di pesantren Al Khair santri paling tidak memiliki hafalan sekitar tiga juz selama enam tahun. Itu sekurang-kurangnya.

Kalau maksimal, dan fokus santri pada hafalan Al Quran, maka bisa mendapatkan hafalan Al Quran sekitar 20 juz. Hal ini didapatkan dengan rutin menghafal setiap pagi dan sore yang disetorkan kepada guru.  Tentu jumlah tersebut menjadi bekal yang berharga untuk santri.

Kemampuan Berbahasa Santri Pesantren Al Khair

Pada aspek ini bisa dikatakan menjadi nilai lebih dalam sistem pesantren modern seperti Al Khair Ponorogo. Modern bukan berarti fasilitas, tapi lebih diartikan kepada sistem pendidikan. Oleh sebab itu bahasa menjadi aspek yang wajib.

Untuk pesantren Al Khair sendiri dalam aspek bahasa memiliki kemampuan bagus pada bahasa Arab dan Inggris. Meskipun pengelola, dan pengasuh bisa menggunakan bahasa lain dengan lancar, seperti bahasa India, namun yang ditularkan ke santri adalah dua bahasa wajib tersebut.

Kemampuan bahasa meliputi dua aspek, aktif dan pasif. Bisa dikatakan kemampuan secara aktif lebih kuat dibadingkan kemampuan pasif. Hal ini karena tuntutan untuk aktif berbahasa lebih besar. Terutama menjadi alat komunikasi sehari-hari.

Untuk pasif, lebih kuat di bahasa Arab. Alasannya, pesantren ini memiliki banyak pelajaran di kelas berbasis bahasa Arab. Oleh sebab itu santri wajib bisa berbahasa arab terutama tulis. Karena ketika ujian pun banyak yang menggunakan bahasa arab.

Santri di depan Masjid Pesantren Al Khair Ponorogo

Standard Akhlaq Santri Al Khair Ponorogo

Pesantren Al Khair Ponorogo memiliki kelebihan dalam mempraktekkan akhlaq dari Rasulullah SAW. Caranya setiap hari ada waktu khusus dalam pengamalan tersebut. Oleh sebab itu secara Akhlaq pesantren ini cukup baik.

Santri bisa dan mampu menghormati guru, kyai, orang tua, dan orang lain. Ini standard yang harus dimiliki santri. Tapi penghormatan tersebut tidak seperti yang ada di pesantren salaf, yang menghormati guru hingga begitu ta’dzim. Di sini adab yang ditunjukkan standard pada aspek apa yang sudah diajarkan dalam kaidah-kaidah akhlaq. Tidak mencela, mengucapkan salam, tawadu’, dan lain sebagainya.

Standard Mental

Adapun standard mentalitas, pesantren ini karena sudah menanamkan kedisiplinan, maka menghasilkan mental yang cukup. Cukup dalam arti berani tampil, memiliki kepercayaan diri. Salah satu sarana yang membuat mereka cukup percaya diri adalah pembinaan dalam aspek kepramukaan, latihan pidato, juga komunikasi yang lancar.

Satu kelebihan anak pesantren adalah persahabatan yang luwes. Karena terbiasa hidup dengan banyak teman. Sehingga komunikasi tidak canggung.

Kemampuan Ketrampilan

Bisa dikatakan salah satu kelebihan santri dari pesantren Al Khair adalah ketrampilan yang mereka miliki. Santri justru memiliki banyak ketrampilan. Di antaranya adalah ketrampilan hidup, seperti bertanam, beternak. Santri dibelaki untuk bisa hidup mandiri. Di sinilah menjadi modal di masa depan.

Bagi yang putri memiliki kemampuan menjahit, tata boga, dan lain sebagainya.

Kemampuan unik lainnya adalah audio visual, seperti editing video, juga lain sebagainya. Bisa dikatakan meskipun kemampuan ini menjadi salah satu pilihan santri, tapi banyak santri pesantren Al Khair menyukai aspek tersebut.

Inilah standard dari kelulusan santri pesantren Al Khair Ponorogo. Sehingga ketika Anda memasukkan anak ke pesantren ini sudah memiliki gambaran, bagaimana kemampuan yang akan dimiliki santri setelah merasakan pendidikan di pesantren yang beralamat di desa Jimbe Kecamatan Jenangan Ponorogo.

Bagi Anda yang ingin tahu lebih jauh, bisa menghubungi Ustadz Nawab Syarif yang tinggal di dalam pesantren di nomor 0852-3660-6306

Informasi lebih lanjut
Santri putri pesantren Al Khair Ponorogo

Pesantren di Ponorogo Al Khair | Santri Tembus Cina dan Eropa

Pesantren di Ponorogo – Pesantren boleh kecil, atau bahkan terpencil di pelosok desa, tapi bukan bukan berarti pesantren itu namanya tidak besar. Apalagi jika merujuk pada kiprah alumninya yang sampai penjuru dunia, dari Itali hingga Pakistan dan Cina.

Itulah pesantren Al Khair Ponorogo. Pesantren yang tidak begitu besar di desa Jimbe kecamatan Jenangan kabupaten Ponorogo. Pesantren ini terdiri dari lima gedung kokoh. Tiga di antaranya dua lantai besar. Plus satu masjid.

Di tengah pesantren ini mengalir satu sungai lumayan deras dari telaga Ngebel, salah satu wisata terbesar di Ponorogo. Maka ketika malam suara arus air terdengar keras di pesantren yang berdiri pada tahun 2001 ini. Cukup nyaman. Bahkan jika malam, udaranya mulai terasa dingin.

Alumni Pesantren di Ponorogo ini Hingga Cina dan Eropa

Pesantren Ponorogo Al Khair

Kami langsung menelaah alumninya, karena biasanya pesantren akan terlihat bagus dari bukti lulusannya. Ketika kami bertanya, sejauh mana alumni berkiprah, rata-rata banyak yang masih menempuh jenjang perkuliahan.

Lebih dalam lagi ketika ditanya alumninya hingga dimana? Jawabannya mengejutkan ada yang di Italia dan sudah keliling Eropa dengan profesi di dunia pelayaran. Wah, profesi ini tentu sangat istimewa. Terlebih bisa keliling Eropa, kawasan maju yang menjadi kiblat banyak hal di dunia.

Namanya Ali Rohman, Alumni tahun 2013. Tergolong masih baru. Namun keberanian yang dimilikinya, bekal dari pesantren membuatnya melanglang buana jauh ke Benua Biru.

Alumni kedua  di Cina, namanya Zaki Ramadhan, ia melanjutkan pendidikan di negeri Panda tanpa banyak menemukan kesulitan. Zaki alumni 2015 ini mengakui bahwa bekal dari pesantren Al Khair sangat banyak membantu dirinya melanjutkan studi.

Sedangkan yang ketiga adalah Muhammad Bahadur Afifi yang kini melanjutkan studi di Islamabad Pakistan. Ia mengikuti kiprah pimpinan pesantren yang lama hidup di Pakistan. Sehingga memudahkannya menjangkau hingga ke negeri tetangga India.

Kegiatan Santri belajar di Kelas

Rahasia Sukses Pesantren di Ponorogo Al Khair

Kami mencoba mengulas apa rahasia pesantren di Ponorogo tersebut hingga bisa mengantarkan banyak santrinya menempuh pendidikan di luar negeri. Setelah kami telaah, ternyata pesantren ini memiliki beberapa hal pendukung.

Pertama adalah pimpinan pesantren dengan wawasan Global. Pimpinan pesantren yang bernama KH. Bambang Sudarsono hidup lama di Pakistan sebagai staf kedutaan besar Republik Indonesia. Bersama sang istri, berdua hidup puluhan tahun.

Sehingga mereka berpikir bagaimana santrinya bisa tersebar luas hingga ke penjuru dunia. Entah sampai Eropa, Asia, atau bahkan Amerika. Mereka tahu rahasianya, yaitu Bahasa Inggris yang mumpuni. Oleh sebab itu pendidikan pesantren di Ponorogo tersebut sangat kental dengan pendidikan Bahasa Inggris.

Kedua, kemampuan Bahasa santri cukup bagus. Kami melihat langsung terutama di asrama putri, santri berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Biasanya pesantren menggunakan Bahasa Arab, tapi pesantren ini Bahasa Inggrisnya lebih dominan.

Ketiga, sistem pesantren modern Gontor diterapkan dalam pendidikan asrama. Faktor ini sangat berpengaruh dalam aspek kedisiplinan siswa dan kemandirian sehingga bisa membentuk pribadi yang kuat dan tangguh menghadapi persoalan di masa yang akan datang.

Keempat, pesantren di Ponorogo ini memiliki program tahfidz Quran yang menguatkan santri secara moril dan spiritual. Tahfidz Quran membuat santri bisa kokoh dalam mengamalkan ajaran Islam, sehingga mereka tidak serta merta hanya mengetahui Islam semata.

Kelima, santrinya masih sedikit. Bagi banyak orang, pesantren yang jumlah santrinya besar menandakan bahwa pesantren tersebut maju. Tapi bagi kami pesantren dengan santri sedikit tidak bisa diremehkan. Pasalnya, pesantren dengan santri sedikit justru menjadikan pendampingan menjadi mudah.

Santriwati berbaris bersama

Lagipula pesantren yang masih berkembang tidak mungkin mendidik santrinya asal-asalan. Taruhannya tidak akan ada tambahan santri. Maka harus dididik dengan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu pesantren di Ponorogo ini cukup bagus dalam mendampingi santri.

Keenam, pesantren dengan santri dari banyak daerah di Indonesia ini memiliki guru-guru yang juga alumni dari banyak negara Islam, seperti Pakistan, Yaman, tidak lupa dari pesantren seperti Gontor, al Fatah Temboro. Kombinasi inilah yang membuat ramuan pendidikan di pesantren Al Khair menjadi semakin istimewa.

Bagi Anda yang ingin tahu lebih jauh, bisa menghubungi Ustadz Nawab Syarif yang tinggal di dalam pesantren di nomor 0852-3660-6306

Create your own website, free on WordPress.com.Create your own website.
Start free