Pesantren Al Khair Ponorogo | 4 Standard Kelulusan

Pesantren Al Khair Ponorogo

Pesantren Al Khair Ponorogo merupakan pesantren modern yang berdiri sejak 2001. Sejak tahun tersebut, alumni pesantren Al Khair sudah menyebar hingga ke banyak penjuru dunia. Dari Cina hingga ke Italia. Hal ini tentu membahagiakan semua pihak, terutama para wali santri.

Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini akan dijelaskan 4 standard kelulusan dari pesantren Al Khair Ponorogo. Standard kelulusan yang dimaksud adalah, minimum kemampuan yang dimiliki oleh santri ketika sudah selesai belajar di pesantren Al Khair Ponorogo.

Standard Keilmuan Santri Al Khair Ponorogo

Tentu yang utama adalah standard keilmuan santri Al Khair Ponorogo. Atau bisa dikatakan setelah lulus dari pesantren Al Khair, paling tidak apa yang dikuasai oleh santri tersebut. Terlebih sudah merasakan pendidikan selama enam tahun, yaitu Tsanawiyah dan Aliyah.

Bukan waktu yang sebentar bagi santri yang menimba ilmu jauh di kota orang. Di sini akan dijelaskan keilmuan formal dan Islam.

Keilmuan Formal

Untuk keilmuan formal, karena pesantren berbasis kurikulum kemenag, maka kemampuan pada pelajaran-pelajaran umum bisa dikatakan mumpuni. Fisika, Kimia, Matematika, hingga Biologi bukanlah pelajaran yang asing untuk mereka.

Intensitas pembelajaran untuk materi tersebut di Al Khair tergolong cukup. Di sinilah yang biasanya membedakan dengan pesantren lain yang biasanya justru santrinya terlalu jeblok dalam beberapa materi tersebut karena terlalu berat menerima keilmuan Islam.

Tapi kalau pertanyaannya apakah sampai pada taraf mahir, hingga juara olimpiade dan lain sebagainya. Jawaban kami tidak. Tujuan utama pendidikan di pesantren Al Khair Ponorogo lebih kepada memberikan bekal formil yang cukup.

Keilmuan Keislaman

Pesantren tentu kental dengan keilmuan Islam. Begitu juga bagi santri pesantren Al Khair Ponorogo. Keilmuan Islam menjadi hal wajib yang harus dimiliki santri. Kami mengulasnya dengan membagi ke beberapa bagian.

Ilmu alat, atau biasa dimengerti dengan ilmu untuk membaca kitab klasik. Dalam hal ini nahwu dan shorf menjadi menu wajib yang harus dimiliki. Nahwu yang dipakai bukanlah alfiah, tapi nahwu wadih, yaitu nahwu ringkas agar santri bisa cepat memahami kaidah membaca bahasa arab. Artinya setiap santri mampu melakukannya.

Kalau pertanyaannya apakah sampai benar-benar mahir sekali, jawabannya tidak. Hanya sampai bisa saja. Karena pesantren Al Khair bukan pesantren salaf yang dibekali keilmuan Islam sangat mendalam. Pesantren khair mendidik santri memiliki keilmuan cukup, namun memiliki cara berdakwah, atau menyampaikannya dengan penuh variasi.

Untuk Aqidah, pesantren ini berbasis Aqidah ahlussunnah wal jama’ah. Maka penanaman terhadap keyakinan keislaman menjadi hal yang kuat. Sedangkan dalam aspek hadist, pesantren ini tidak mewajibkan untuk hafal sekian ribu hadist, hanya yang wajib dan mendasar saja.

Sedangkan secara keilmuan yang dipelajari adalah mustalahul hadist. Dalam aspek fiqh, juga diajarkan banyak hal mendasar sebagai bekal menjadi pribadi, dan juga dai.

Kemampuan Al Quran Santri Pesantren Al Khair

Pesantren Al Khair Ponorogo memiliki salah satu kelebihan dalam aspek Al Quran. Kemampuan membaca Al Quran menjadi mutlak dan sampai pada taraf mahir. Tandanya, mengetahui seluruh hukum bacaan, bahkan hingga gharib dan mengetahui cara membacanya.

Sehingga kalau menjadi imam masjid atau apa pun, mereka tidak diragukan secara kemampuan. Apalagi mereka sudah diwisuda oleh lembaga Al Quran yang bernama UMMI berbasis di Surabaya.

Santri juga memiliki kemampuan hafalan Al Quran yang memadai. Sehingga tidak seperti pondok pesantren modern pada umumnya yang seringkali hanya juz 30 dan beberapa ayat penting. Di pesantren Al Khair santri paling tidak memiliki hafalan sekitar tiga juz selama enam tahun. Itu sekurang-kurangnya.

Kalau maksimal, dan fokus santri pada hafalan Al Quran, maka bisa mendapatkan hafalan Al Quran sekitar 20 juz. Hal ini didapatkan dengan rutin menghafal setiap pagi dan sore yang disetorkan kepada guru.  Tentu jumlah tersebut menjadi bekal yang berharga untuk santri.

Kemampuan Berbahasa Santri Pesantren Al Khair

Pada aspek ini bisa dikatakan menjadi nilai lebih dalam sistem pesantren modern seperti Al Khair Ponorogo. Modern bukan berarti fasilitas, tapi lebih diartikan kepada sistem pendidikan. Oleh sebab itu bahasa menjadi aspek yang wajib.

Untuk pesantren Al Khair sendiri dalam aspek bahasa memiliki kemampuan bagus pada bahasa Arab dan Inggris. Meskipun pengelola, dan pengasuh bisa menggunakan bahasa lain dengan lancar, seperti bahasa India, namun yang ditularkan ke santri adalah dua bahasa wajib tersebut.

Kemampuan bahasa meliputi dua aspek, aktif dan pasif. Bisa dikatakan kemampuan secara aktif lebih kuat dibadingkan kemampuan pasif. Hal ini karena tuntutan untuk aktif berbahasa lebih besar. Terutama menjadi alat komunikasi sehari-hari.

Untuk pasif, lebih kuat di bahasa Arab. Alasannya, pesantren ini memiliki banyak pelajaran di kelas berbasis bahasa Arab. Oleh sebab itu santri wajib bisa berbahasa arab terutama tulis. Karena ketika ujian pun banyak yang menggunakan bahasa arab.

Santri di depan Masjid Pesantren Al Khair Ponorogo

Standard Akhlaq Santri Al Khair Ponorogo

Pesantren Al Khair Ponorogo memiliki kelebihan dalam mempraktekkan akhlaq dari Rasulullah SAW. Caranya setiap hari ada waktu khusus dalam pengamalan tersebut. Oleh sebab itu secara Akhlaq pesantren ini cukup baik.

Santri bisa dan mampu menghormati guru, kyai, orang tua, dan orang lain. Ini standard yang harus dimiliki santri. Tapi penghormatan tersebut tidak seperti yang ada di pesantren salaf, yang menghormati guru hingga begitu ta’dzim. Di sini adab yang ditunjukkan standard pada aspek apa yang sudah diajarkan dalam kaidah-kaidah akhlaq. Tidak mencela, mengucapkan salam, tawadu’, dan lain sebagainya.

Standard Mental

Adapun standard mentalitas, pesantren ini karena sudah menanamkan kedisiplinan, maka menghasilkan mental yang cukup. Cukup dalam arti berani tampil, memiliki kepercayaan diri. Salah satu sarana yang membuat mereka cukup percaya diri adalah pembinaan dalam aspek kepramukaan, latihan pidato, juga komunikasi yang lancar.

Satu kelebihan anak pesantren adalah persahabatan yang luwes. Karena terbiasa hidup dengan banyak teman. Sehingga komunikasi tidak canggung.

Kemampuan Ketrampilan

Bisa dikatakan salah satu kelebihan santri dari pesantren Al Khair adalah ketrampilan yang mereka miliki. Santri justru memiliki banyak ketrampilan. Di antaranya adalah ketrampilan hidup, seperti bertanam, beternak. Santri dibelaki untuk bisa hidup mandiri. Di sinilah menjadi modal di masa depan.

Bagi yang putri memiliki kemampuan menjahit, tata boga, dan lain sebagainya.

Kemampuan unik lainnya adalah audio visual, seperti editing video, juga lain sebagainya. Bisa dikatakan meskipun kemampuan ini menjadi salah satu pilihan santri, tapi banyak santri pesantren Al Khair menyukai aspek tersebut.

Inilah standard dari kelulusan santri pesantren Al Khair Ponorogo. Sehingga ketika Anda memasukkan anak ke pesantren ini sudah memiliki gambaran, bagaimana kemampuan yang akan dimiliki santri setelah merasakan pendidikan di pesantren yang beralamat di desa Jimbe Kecamatan Jenangan Ponorogo.

Bagi Anda yang ingin tahu lebih jauh, bisa menghubungi Ustadz Nawab Syarif yang tinggal di dalam pesantren di nomor 0852-3660-6306

Informasi lebih lanjut
Santri putri pesantren Al Khair Ponorogo

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started